Minggu, 31 Maret 2013

HUMAN INFORMATION PROSESS


HUMAN INFORMATION PROSES

Suatu proses bagaimana manusia menerima, menyimpan, mengintegrasikan, mengambil dan menggunakan informasi.   
Seperti: mendengarkan siaran berita, 
    membaca dan menafsirkan catatan   pelajaran, 
   menemukan penyebab kerusakan mesin dan   sebagainya 

1. Memasukkan Informasi ( Encoding )

        Proses Encoding (pengkodean terhadap apa yang dipersepsi dengan cara mengubah menjadi simbol-simbol atau gelombang-gelombang listrik tertentu yang sesuai dengan peringkat yang ada pada organisme). Jadi encoding merupakan suatu proses mengubah sifat suatu informasi ke dalam bentuk yang sesuai dengan sifat-sifat memori organisme. Proses ini sangat mempengaruhi lamanya suatu informasi disimpan dalam memori.
     
Proses pengubahan informasi ini dapat terjadi dengan dua cara, yaitu:
1  
 -  Tidak sengaja, yaitu apabila hal-hal yang diterima oleh inderanya dimasukkan dengan    tidak sengaja ke dalam ingatannya. Contoh konkritnya dapat kita lihat pada anak-anak yang  umumnya menyimpan pengalaman yang tidak disengaja, misalnya bahwa ia akan mendapat apa yang diinginkan jika ia menangis keras-keras sambil berguling-guling.
    -  Sengaja, yaitu bila individu dengan sengaja memasukkan pengalaman dan pengetahuan ke dalam ingatannya. Contohnya kita sebagai mahasiswa, dimana dengan sengaja kita memasukkan segala hal yang dipelajarinya di perguruan tinggi.

2    2. Fungsi Penyimpanan ( Storage )
ungsi kedua dari ingatan adalah mengenai penyimpanan (penyimpanan terhadap apa yang telah diproses dalam encoding, apa yang dipelajari atau apa yang dipersepsi). Sesuatu yang telah dipelajari biasanya akan tersimpan dalam bentuk jejak-jejak (traces) dan bisa ditimbulkan kembali. Jejak-jejak tersebut biasa juga disebut dengan memory traces. Walaupun disimpan namun jika tidak sering digunakan maka memory traces tersebut bisa sulit untuk ditimbulkan kembali bahkan juga hilang, dan ini yang disebut dengan kelupaan. Sehubungan dengan masalah retensi dan kelupaan, ada satu hal yang penting yang dapat dicatat, yaitu mengenai interval atau waktu antara memasukkan dan menimbulkan kembali.
Atkinson dan Shiffrin (Lefrancois, 1991)
è 3 tipe penyimpanan (storage) informasi yaitu:
        short-term sensory storage (sensory memory),
        short-term memory,
        dan long-term memor






ž  Menurut Calfee (dalam Lefrancois, 1991) memori jangka pendek merupakan semacam coretan pada pikiran yang terdiri dari apa yang kita sadari secara langsung
ž  Memori jangka panjang è bagian dari sistem memori yang menyimpan banyak informasi secara relatif permanen selama periode waktu yang lama, semua yang kita ketahui tetapi tidak dalam kesadaran langsung, memiliki kapasitas yang sangat besar


3. Mengingat
Fungsi ketiga ingatan adalah berkaitan dengan menimbulkan kembali hal-hal yang disimpan dalam ingatan. Proses mengingat kembali merupakan suatu proses mencari dan menemukan informasi yang disimpan dalam memori untuk digunakan kembali bila dibutuhkan. Mekanisme dalam proses mengingat kembali sangat membantu organisme dalam menghadapi berbagai persoalan sehari-hari. Seseorang dikatakan “Belajar dari Pengalaman” karena ia mampu menggunakan berbagai informasi yang telah diterimanya di masa lalu untuk memecahkan berbagai masalah yang dihadapi saat ini juga.
Menimbulkan kembali ingatan yang sudah disimpan dapat menggunakan cara:
1.       Recall, yaitu proses mengingat kembali informasi yang dipelajari di masa lalu tanpa petunjuk yang dihadapkan pada organisme. Conyohnya mengingat nama seseorang tanpa kehadiran orang yang dimaksud.
2.       Recognize, yaitu proses mengenal kembali informasi yang sudah dipelajari melalui suatu petunjuk yang dihadapkan pada organisme. Contohnya mengingat nama seseorang saat ia berjumpa dengan orang yang bersangkutan.
3.       Redintegrative, yaitu proses mengingat dengan menghubungkan berbagai informasi menjadi suatu konsep atau cerita yang cukup kompleks. Proses mengingat reintegrativeterjadi bila seseorang ditanya sebuah nama, misalnya Siti Nurbaya (tokoh sinetron), maka akan teringat banyak hal dari tokoh tersebut karena orang tersebut telah menontonnya berkali-kali.

HUMAN INFORMATION PROCESS


HUMAN INFORMATION PROSES

Suatu proses bagaimana manusia menerima, menyimpan, mengintegrasikan, mengambil dan menggunakan informasi.   
Seperti: mendengarkan siaran berita, 
    membaca dan menafsirkan catatan   pelajaran, 
   menemukan penyebab kerusakan mesin dan   sebagainya 

1. Memasukkan Informasi ( Encoding )

        Proses Encoding (pengkodean terhadap apa yang dipersepsi dengan cara mengubah menjadi simbol-simbol atau gelombang-gelombang listrik tertentu yang sesuai dengan peringkat yang ada pada organisme). Jadi encoding merupakan suatu proses mengubah sifat suatu informasi ke dalam bentuk yang sesuai dengan sifat-sifat memori organisme. Proses ini sangat mempengaruhi lamanya suatu informasi disimpan dalam memori.
     
Proses pengubahan informasi ini dapat terjadi dengan dua cara, yaitu:
1  
 -  Tidak sengaja, yaitu apabila hal-hal yang diterima oleh inderanya dimasukkan dengan    tidak sengaja ke dalam ingatannya. Contoh konkritnya dapat kita lihat pada anak-anak yang  umumnya menyimpan pengalaman yang tidak disengaja, misalnya bahwa ia akan mendapat apa yang diinginkan jika ia menangis keras-keras sambil berguling-guling.
    -  Sengaja, yaitu bila individu dengan sengaja memasukkan pengalaman dan pengetahuan ke dalam ingatannya. Contohnya kita sebagai mahasiswa, dimana dengan sengaja kita memasukkan segala hal yang dipelajarinya di perguruan tinggi.

2    2. Fungsi Penyimpanan ( Storage )
ungsi kedua dari ingatan adalah mengenai penyimpanan (penyimpanan terhadap apa yang telah diproses dalam encoding, apa yang dipelajari atau apa yang dipersepsi). Sesuatu yang telah dipelajari biasanya akan tersimpan dalam bentuk jejak-jejak (traces) dan bisa ditimbulkan kembali. Jejak-jejak tersebut biasa juga disebut dengan memory traces. Walaupun disimpan namun jika tidak sering digunakan maka memory traces tersebut bisa sulit untuk ditimbulkan kembali bahkan juga hilang, dan ini yang disebut dengan kelupaan. Sehubungan dengan masalah retensi dan kelupaan, ada satu hal yang penting yang dapat dicatat, yaitu mengenai interval atau waktu antara memasukkan dan menimbulkan kembali.
Atkinson dan Shiffrin (Lefrancois, 1991)
è 3 tipe penyimpanan (storageinformasi yaitu:
        short-term sensory storage (sensory memory),
        short-term memory,
        dan long-term memor






ž  Menurut Calfee (dalam Lefrancois, 1991) memori jangka pendek merupakan semacam coretan pada pikiran yang terdiri dari apa yang kita sadari secara langsung
ž  Memori jangka panjang è bagian dari sistem memori yang menyimpan banyak informasi secara relatif permanen selama periode waktu yang lama, semua yang kita ketahui tetapi tidak dalam kesadaran langsung, memiliki kapasitas yang sangat besar


3. Mengingat
Fungsi ketiga ingatan adalah berkaitan dengan menimbulkan kembali hal-hal yang disimpan dalam ingatan. Proses mengingat kembali merupakan suatu proses mencari dan menemukan informasi yang disimpan dalam memori untuk digunakan kembali bila dibutuhkan. Mekanisme dalam proses mengingat kembali sangat membantu organisme dalam menghadapi berbagai persoalan sehari-hari. Seseorang dikatakan “Belajar dari Pengalaman” karena ia mampu menggunakan berbagai informasi yang telah diterimanya di masa lalu untuk memecahkan berbagai masalah yang dihadapi saat ini juga.
Menimbulkan kembali ingatan yang sudah disimpan dapat menggunakan cara:
1.       Recall, yaitu proses mengingat kembali informasi yang dipelajari di masa lalu tanpa petunjuk yang dihadapkan pada organisme. Conyohnya mengingat nama seseorang tanpa kehadiran orang yang dimaksud.
2.       Recognize, yaitu proses mengenal kembali informasi yang sudah dipelajari melalui suatu petunjuk yang dihadapkan pada organisme. Contohnya mengingat nama seseorang saat ia berjumpa dengan orang yang bersangkutan.
3.       Redintegrative, yaitu proses mengingat dengan menghubungkan berbagai informasi menjadi suatu konsep atau cerita yang cukup kompleks. Proses mengingat reintegrativeterjadi bila seseorang ditanya sebuah nama, misalnya Siti Nurbaya (tokoh sinetron), maka akan teringat banyak hal dari tokoh tersebut karena orang tersebut telah menontonnya berkali-kali.

Jumat, 15 Maret 2013

Cognitive Psychologi













A. Pengertian Psikologi Kognitif


Adalah salah satu cabang dari psikologi denganpendekatan kognitif untuk memahami perilaku manusia. Psikologikognitif mempelajari tentang cara manusia menerima, mempersepsi,mempelajari, menalar, mengingat dan berpikir tentang suatu informasi, oleh karena itu psikologi kognitif sering disebut juga psikologi informasi. Psikologi kognitif mempelajari bagaimana arus informasi yang ditangkap oleh indera diproses dalam jiwa seseorang sebelum diendapkan dalam kesadaran atau diwujudkan dalam bentuk tingkah laku. Reaksi terhadap rangsang, demikian menurut teori ini, tidak selalu keluar berupa tingkah laku yang nyata (respons yang overt) akan tetapi juga bisa mengendap berupa ingatan atau diproses menjadi gejolak perasaan (gelisah, kepuasan kekecewaan dsb) atau sikap (suka, tidak suka dia).




B. Sejarah Psikologi Kognitif

B.1 Sejarah masa filsuf

Awalnya adalah perdebatan para fulsuf zaman yunani kuno Aristoteles dan Plato mengenai asal mula ilmu pengetahuan.

Aristoteles :  "ilmu pengetahuan awalnya berasal dari jantung"











pernyataan diatas disangkal oleh Plato yang mengatakan bahwa "Ilmu pengetahuan berasal dari Otak" .


Pada abad kedelapan belas, psikologi filosofis dibawa ke situasi saat mulai berperannya psikologi empiris yang dipelopori oleh George Berkeley, James Mill dan putranya John Stuart Mill.
 Pada zaman ini, setidaknya ada dua postulat tentang pembentukan gagasan internal (dalam pikiran). Yang pertama adalah perwujudan internal dibentuk berdasarkan aturan yang jelas (ada hukumnya). Kedua, perwujudan serta pengalihan gagasan internal membutuhkan waktu dan usaha. Selama abad ke-19, para psikolog semakin memisahkan diri dari filsafat yang spekulatif dan membentuk sebuah disiplin yang empiris. Di masa ini, ada dua kubu besar yangmelakukan studi tentang perwujudan internal. Ada yang dipimpin oleh Wundt di Jerman dan oleh Titchener di Amerika Serikat yang menekankan pada struktur perwujudan mental serta ada juga rentano di Austria yang menekankan pada proses atau perbuatan. Brentano menganggap bahwa wujud internal adalah sesuatu yang statis dan tidak perlu dipelajari. Studi kerja kognitif menurut Bretano adalah membandingkan, menilai, dan merasakan sebagai objek studi yang tepat.Berangkat dari ide ini, psikologi semakin bergeser menuju ke arah lahirnyabehavioristik yang berpendapat bahwa perilaku yang dapat diamati yang dapat dipelajari.

Akan tetapi, behavioris seperti Hull dan Tolman dalam postulat/teorinya memasukkan gagasan adanya variabel ”pengantara” yang tidak dapat diamati dalam perilaku manusia. Di masa berkembangnya, behavioris mendominasi Amerika yang sedikit mematikan ketertarikan terhadap kognisi. Namun, Perang Dunia II membawa kembali minat pada studi tentang kognisi. Pada masa itu, dibutuhkan pemahaman tentang human factor. Studi dibutuhkan untuk menjawab bagaimana prajurit dapat memusatkan perhatian dengan lebih baik serta akurat dalam penglihatan dan pendengaran. Hal ini kemudian mendasari lahirnya alat tes psikologi untuk tentara yang berhubungan dengan inteligensi/bakat (kognisi).


B.2 Sejarah Perkembangan Psikologi Kognitif


Dari sejarahnya diketahui bahwa perkembangan psikologi kognitif berawal dari hijrahnya Kurt Lewin ke Amerika Serikat karena kejaran Nazi Jerman menjelang perang dunia 2. Di Amerika Serikat, dari universitas-universitas tempatnya bekerja di lowa dan Massachussests, Lewin menyebarkan teori-teori psikologi gestalt yang telah dikembangkannya menjadi teori lapangan. Teori lapangan ini seperti telah diketahui adalah teori yang membahas proses psikologik yang terjadi dalam diri seseorang. Dengan perkata lain, teori lapangan mempelajari unsur O (organisme) yang dalam teorinya Tolman dinyatakan bahwa mempelajari O harus dilaksanakan dengan mencari hubungan antara B (behavior atau tingkah laku) dengan S (situasi) dan A (antecedent atau peristiwa-peristiwa yang mendahului). Hubungan S-R dalam teori Thorndike, menurut Tolman perlu dijadikan hubungan S-O-R. dalam hubungan S-O-R inilah teori-teori psikologi lapangan mendapat tempatnya dalam dunia psikologi di Amerika Serikat yang pada waktu itu didominasi oleh behaviorisme, untuk kemudian berkembang menjadi teori kognitif.



C. Metode Penelitian Psikologi Kognitif

C.1 Pengertian Metode Penelitian

Metode penelitian  yang digunakan dalam psikologi kognitif bersumber dari metode yang digunakan para peneliti  Jerman (Wundt dkk) untuk mempelajari memori, asosiasi, dan proses-proses psikologis. Teknik-teknik peneletian tersebut menjadi alat utama psikologi eksperimen. Seiring berkembangnya psikologi kognitif menjadi menjadi ilmu yang bersifat interdisipliner, ilmu ini meminjam metode-metode penelitian dari cabang ilmu lain dan memodifikasi metode-metode tersebut untuk mempelajari proses kognitif. Metode penelitian adalah alat yang kita gunakan untuk memahami, menguji, dan mengembangkan ide-ide baru.

C.2 Jenis-jenis Metode Penelitian Psikologi Kognitif


a. Penelitian Biologis
Menggunakan keterkaitan antara aktivitas otak dengan perilaku yangdilakukan atau diamati. Penelitian ini dapat difasilitasi dengan alat-alatyang memberikan bayangan otak
(Brain imagin) dengan menggunakan MRI, EEG, MRI, PET, NIRS dan lain-lain.peminatan lain menyangkut penelitian di bidang spiritualitas. Spiritualitasdapat dianggap sebagai salah satu fenomena mental manusia yang kinidapat dilihat intrumen pemindai otak.

  b. Self Report
Peserta penelitian memberikan laporan mengenai hal yang merekaalami, rasakan atau ingat berkaitan dengan suatu rangsang tertentu.

c. Eksperimen laboratorium terkontrol
Penelitian dilakukan pada tempat dan waktu tertentu dan biasanya telahdiatur lingkungan sekitar agar tidak menjadi variabel pengganggu dariproses kognisi yang akan diukur pada eksperimen.

d. Waktu reaksi
Menggunakan kecepatan seseorang untuk bereaksi terhadap stimulustertentu. Hal ini an waktu pemrosesan dalam berpikirdapat menggambarkan pengaruh stimulus terhadap proses kognisi yang  terjadi



1.5 Kesimpulan

Psikologi Kognitif adalah bagian dari cabang ilmu Psikologi yang membahas mengenai proses kognisi pada manusia, didalamnya terdapat pembahasan mengenai proses berfikir, mengingat, dan pemahaman bahasan. Kaitannya sangatlah erat dengan psikologi karena psikologi bukan hanya membahas  tingkah laku yang kovert tapi juga yang overt , terlebih lagi psikologi kognitif membantu seorang psikolog dalam menangani  gangguan belajar pada anak-anak sekolah, berbahasa, dan banyak lagi yang melibatkan proses kognisi oleh karena itu kontribusi ilmu psikologi kognitif dalam psikologi sangat diperlukan.




Refecence



Sternberg, R.J.(2006) Cognitive Psychology(4th Ed). Belmont, CA : Thomson Wadsworth

Sternberg, R.J.(2006) Cognitive Psychology(4th Ed). Belmont, CA : Thomson Wadsworth







Senin, 25 Februari 2013

Knowing Cognitive Psychology ^^

                                          COGNITIVE PSYCHOLOGY



1. Thinking 

     alaminya semua manusia pasti pernah mengucapkan kata : kenapa? bagaimana ? apa? siapa? kapan ? tidak hanya saat mengerjakan soal matematika yang rumit bahkan kadang hal-hal ssimple pun akan dipikirkan, nah mekanisme nya bagaimana akan dibahas di psikologi kognitif ya kawan ^^ 











2. Mengingat/ Memori 


    saat kita menanyakan petunjuk arah pada seseorang terjadi proses kognisi juga dimana otak kita akan menerima informasi dan diolah lalu akan dikeluarkan lagi saat-saat tertentu, jika tidak demikian maka orang B pada gambar tetap tidak dapat menemukan lokasi yang dicari olehnya , itu juga dibahas loh dalam psikologi kognisi.

















3. Kemampuan Bahasa dan Bicara 









saat berbicara dan pemahaman bahasa juga terjdi proses kognisi  



4. Pemecahan Persoalan











Jadi Apa kesimpulan untuk perkenalan hari ini ? *mikiiiir dulu ceritanya*

ahaaaa gue tau min :) 

Psikologi kognitiv itu : cabang ilmudan psikologi tapi pake pendekatan kognitif, jadi dia mempelajari kaya bagaimana orang itu menerima, mempersepsikan, mempelajari, menalar, mengingat dan berpikir tentang suatu informasi bukan?


-betuuuuuuul-

*sepertinya cerita kali ini cuma segini dulu nih min , ngantuk dan besok Statistik 1 min , udah jam 1:26 dini hari lagi min .

good night all , keep spirit, keep trying to do better, God Bless U , Jesus bless U




- MADE IN INDONESIA- 
Jihan Farah Nabila



Referensi : 

- http://www.scribd.com/doc/71450453/Psikologi-kognitif

- kuliah Psikologi Kognitif oleh : mas Setta Wicaksana